Pertemuan antara Inter Milan dan Juventus pada pekan ke-25 Serie A menghadirkan pertandingan penuh tensi tinggi. Bermain di Stadion San Siro, duel klasik yang dikenal sebagai Derby d’Italia itu tidak hanya menyajikan lima gol, tetapi juga kontroversi besar yang memicu perdebatan luas di Italia.

Sorotan utama tertuju pada bek Juventus, Pierre Kalulu, yang menerima kartu merah tepat sebelum babak pertama usai. Ia mendapatkan kartu kuning kedua setelah dianggap melanggar Alessandro Bastoni dalam duel perebutan bola di tepi kotak penalti. Keputusan tersebut langsung memancing reaksi keras dari para pemain dan staf Juventus.
Tayangan ulang pertandingan menunjukkan bahwa kontak antara Kalulu dan Bastoni terlihat sangat minim. Banyak pihak menilai insiden itu lebih menyerupai simulasi dibanding pelanggaran nyata. Situasi ini membuat pertandingan yang sudah panas semakin dipenuhi emosi dan ketegangan.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Keputusan Wasit Jadi Sorotan Utama
Wasit Federico La Penna menjadi pusat perhatian setelah mengeluarkan kartu kuning kedua untuk Kalulu. Tanpa ragu, ia mengusir bek asal Prancis tersebut dari lapangan. Juventus pun harus melanjutkan pertandingan dengan sepuluh pemain dalam laga penting yang menentukan posisi klasemen.
Kalulu terlihat tidak percaya dengan keputusan tersebut. Ia bahkan membuat gestur meminta peninjauan VAR kepada wasit. Namun, sesuai regulasi yang berlaku, VAR tidak bisa meninjau ulang keputusan kartu kuning kedua. Aturan ini sering kali menimbulkan perdebatan karena dampaknya bisa sangat besar terhadap jalannya pertandingan.
Banyak pengamat menilai bahwa wasit seharusnya lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan krusial, terutama dalam laga sebesar Derby d’Italia. Kesalahan kecil dapat berdampak besar, tidak hanya pada hasil pertandingan, tetapi juga pada kepercayaan publik terhadap kepemimpinan wasit.
Baca Juga: Jeremy Jacquet Alami Cedera Serius, Liverpool Dihadapkan Tantangan Awal Musim
Pakar Wasit Nilai Terjadi Kekeliruan Besar

Pakar perwasitan dari DAZN, Luca Marelli, menyebut keputusan tersebut sebagai kesalahan serius. Ia menegaskan bahwa tidak ada kontak berarti antara Kalulu dan Bastoni. Menurutnya, keputusan itu seharusnya tidak berujung pada kartu kuning kedua.
Pendapat serupa juga disampaikan mantan wasit Graziano Cesari dalam analisisnya di Sport Mediaset. Ia menilai jarak antara kedua pemain masih cukup jelas dan tidak menunjukkan pelanggaran yang layak diganjar kartu. Bahkan, ia menyebut keputusan tersebut sebagai kesalahan total dari sang wasit.
Cesari juga menambahkan bahwa insiden itu justru bisa saja berujung kartu kuning bagi Bastoni jika dianggap melakukan simulasi. Namun karena keputusan cepat wasit, arah penilaian menjadi berbeda. Hal inilah yang kemudian memperbesar kontroversi seusai pertandingan.
VAR Tak Berdaya dan Regulasi Jadi Perdebatan
Salah satu aspek paling diperdebatkan dari insiden ini adalah ketidakmampuan VAR untuk mengintervensi. Dalam regulasi yang berlaku di Serie A, teknologi tersebut hanya dapat digunakan untuk kartu merah langsung, bukan kartu kuning kedua yang berujung pengusiran.
Akibatnya, meski tayangan ulang menunjukkan potensi kekeliruan, keputusan wasit tetap tidak dapat diubah. Situasi ini memunculkan kritik terhadap aturan yang dianggap kurang fleksibel dalam menghadapi momen krusial di lapangan. Kontroversi ini kembali memunculkan diskusi soal peran teknologi dalam sepak bola modern.
Banyak pihak berharap ada evaluasi terhadap regulasi VAR agar ke depan keputusan penting bisa ditinjau lebih adil. Derby d’Italia kali ini pun bukan hanya soal hasil akhir, tetapi juga tentang bagaimana keputusan wasit dapat mengubah arah pertandingan secara drastis. Nantikan terus kabar terbaru seputar sepak bola perempuan menarik lainnya hanya di footballboots68.com.
