Wonderkid Brasil, Endrick, mengakui perjalanan pertamanya di Real Madrid penuh tantangan. Dibawah ini akan ada pembahasan berita bola menarik lainnya di FOOTBALL BOOTS.

Kehadiran Xabi Alonso sebagai pelatih kepala sempat memberi harapan, tetapi kesempatan bermain sangat terbatas. Selama paruh pertama musim ini, Endrick hanya mencatatkan 11 menit bermain di La Liga, sebagian karena cedera panjang yang mengganggu rutinitas latihannya.
Meski jarang diturunkan, Endrick menegaskan bahwa ia tetap banyak belajar dari Alonso. Sang pelatih, mantan pemain kelas dunia, membagikan pemahaman taktik dan filosofi permainan yang membentuk dasar sepak bola Endrick. Dalam wawancara dengan Marca, ia menyebut pengalaman ini sangat berharga untuk perkembangan dirinya.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Endrick menekankan pentingnya sikap positif menghadapi situasi sulit. Ia tidak menyalahkan Alonso atau keputusan klub, melainkan fokus menyerap ilmu sebanyak mungkin. Pandangan ini menunjukkan kedewasaan mental seorang pemain muda di tengah tekanan klub besar.
Pembelajaran dari Alonso
Endrick menyebut Xabi Alonso sebagai figur yang sangat memahami sepak bola modern. Meski interaksi di lapangan terbatas, setiap arahan dan pengamatan Alonso memberinya perspektif baru. Ia belajar mengenai positioning, pergerakan tanpa bola, dan pentingnya membaca permainan lawan.
Pemain berusia 19 tahun ini juga menghargai pendekatan Alonso yang menekankan kesabaran dan kerja keras. Ia menilai pengalaman singkat bersama Alonso tetap menjadi fondasi yang akan membantunya di masa depan. Menurut Endrick, belajar dari pelatih hebat tidak selalu harus melalui menit bermain yang banyak, tetapi juga dari observasi dan diskusi.
Alonso pun tetap menjadi inspirasi bagi Endrick dalam membentuk karakter profesionalnya. Sang pemain muda menegaskan bahwa menghormati pelatih dan memanfaatkan setiap kesempatan belajar adalah kunci pertumbuhan di level elite.
Baca Juga: Nuno Espirito Santo Kecewa dengan Keputusan VAR, West Ham Kembali Terancam!
Babak Baru Bersama Lyon

Untuk mendapatkan menit bermain reguler, Endrick memutuskan hijrah sementara ke Olympique Lyon melalui peminjaman di bursa transfer musim dingin. Klub Ligue 1 ini diharapkan memberi ruang lebih besar baginya untuk mengasah kemampuan di level senior.
Di Lyon, Endrick kini dilatih Paulo Fonseca, pelatih yang juga dikenal detail dan menuntut disiplin tinggi. Ia mengaku menikmati proses belajar di klub baru dan bertekad memanfaatkan setiap latihan serta pertandingan sebagai kesempatan berkembang. Filosofi Fonseca dianggap cocok untuk mempercepat adaptasi Endrick di Eropa.
Langkah ini juga menunjukkan strategi Real Madrid untuk menjaga prospek jangka panjang sang pemain. Daripada stagnan di bangku cadangan, Endrick bisa mengumpulkan pengalaman berharga, menyiapkan diri kembali untuk bersaing di Santiago Bernabéu di masa depan.
Fokus pada Proses dan Perkembangan Diri
Endrick menegaskan bahwa ia tidak menyesali keputusan hijrah sementara ke Lyon. Fokus utamanya kini adalah bermain reguler, berkembang, dan membangun reputasi sebagai salah satu talenta muda terbaik Brasil. Cedera dan minimnya menit bermain sebelumnya dianggapnya sebagai bagian dari perjalanan profesional.
Pemain muda ini juga menekankan pentingnya menjaga mental dan sikap positif. Dalam dunia sepak bola, terutama di klub besar seperti Real Madrid, tekanan sangat tinggi. Endrick berusaha tetap rendah hati dan belajar dari setiap pengalaman, baik kesulitan maupun keberhasilan.
Dengan pola pikir ini, masa depan Endrick terlihat cerah. Pemain Brasil itu siap menunjukkan kemampuannya di Ligue 1 sekaligus mempersiapkan diri untuk kembali bersaing di Real Madrid, membawa bekal ilmu dari Alonso dan Fonseca untuk menjadi bintang di level tertinggi. Manfaatkan waktu luang Anda untuk mengeksplor berita bola menarik lainnya di footballboots68.com.
