Real Madrid kembali berada dalam pusaran masalah setelah mengambil keputusan mengejutkan dengan memecat Xabi Alonso. Dibawah ini akan ada pembahasan berita bola menarik lainnya di FOOTBALL BOOTS.

Kekalahan dari Barcelona di final Piala Super Spanyol menjadi titik akhir masa jabatan Alonso yang bahkan belum genap delapan bulan. Keputusan cepat ini justru memunculkan tanda tanya besar di kalangan pendukung dan pengamat sepak bola.
Alvaro Arbeloa kemudian ditunjuk sebagai pengganti, namun awal perjalanannya jauh dari kata mulus. Laga debutnya di Copa del Rey berakhir dengan kekalahan memalukan dari Albacete, tim yang secara kualitas berada di bawah Real Madrid. Hasil ini semakin menambah tekanan besar di ruang ganti.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Meski menang 2-0 atas Levante di La Liga, suasana di Santiago Bernabéu tetap panas. Para penggemar meluapkan kekecewaan mereka dengan mencemooh pemain bintang seperti Jude Bellingham dan Vinicius Jr. Kemenangan pun terasa hambar karena tidak diiringi performa meyakinkan.
Arbeloa di Bawah Sorotan dan Tekanan Publik
Sebagai pelatih baru, Arbeloa menyadari sepenuhnya situasi sulit yang ia hadapi. Ia mengakui bahwa atmosfer negatif sudah terasa bahkan sebelum pertandingan dimulai. Menurutnya, pekan yang buruk membuat kepercayaan diri tim menurun drastis.
Arbeloa menegaskan bahwa tanggung jawab utama ada di pundaknya. Ia tidak menyalahkan pemain atas cemoohan fans, justru menganggap kritik sebagai bagian dari budaya Real Madrid yang selalu menuntut kesempurnaan. Bernabéu dikenal sebagai stadion yang keras, namun itu pula yang membentuk mental juara.
Ia juga menyinggung adanya pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan situasi untuk menyerang klub dan presiden Florentino Perez. Arbeloa menegaskan kesetiaannya kepada klub dan percaya bahwa dukungan internal sangat penting untuk keluar dari krisis.
Baca Juga: Endrick Bicara Jujur soal Xabi Alonso dan Tantangan di Real Madrid
Jose Mourinho dan Rumor Kembalinya Sang Special One

Di tengah kekacauan tersebut, nama Jose Mourinho kembali mencuat. Pelatih asal Portugal itu memiliki sejarah kuat bersama Real Madrid, termasuk gelar La Liga dan Copa del Rey. Spekulasi pun berkembang bahwa ia bisa kembali menyelamatkan Los Blancos. Namun Mourinho dengan tegas membantah rumor tersebut.
Ia menyebut kabar kepulangannya hanyalah “sinetron” yang terlalu dilebih-lebihkan. Baginya, isu semacam itu tidak lebih dari hiburan yang tidak perlu ditanggapi serius. Pernyataan Mourinho seakan menutup pintu bagi Madrid. Meski pengalamannya tak diragukan, tampaknya manajemen harus mencari solusi lain tanpa berharap pada nostalgia masa lalu.
Tantangan Berat di Sisa Musim
Real Madrid kini menghadapi tekanan besar untuk memperbaiki performa. Ancaman mengakhiri musim tanpa gelar untuk dua tahun berturut-turut menjadi momok yang nyata. Arbeloa dituntut membuktikan kapasitasnya dalam waktu singkat.
Ujian berat sudah menanti dengan laga Liga Champions melawan Monaco, disusul kunjungan ke markas Villarreal yang berada di papan atas La Liga. Dua pertandingan ini bisa menjadi penentu arah musim Madrid.
Bagi para penggemar, harapan masih ada, namun kesabaran semakin menipis. Real Madrid harus segera menemukan stabilitas jika ingin kembali ke jalur juara dan meredam badai kritik yang terus datang. Manfaatkan waktu luang Anda untuk mengeksplor berita bola menarik lainnya di footballboots68.com.
