Gianluca Prestianni Diskors UEFA: Kontroversi Rasisme Jelang Benfica vs Real Madrid

Bagikan

Kasus yang melibatkan Gianluca Prestianni menjadi sorotan jelang leg kedua Liga Champions antara SL Benfica dan Real Madrid CF. UEFA menjatuhkan skors sementara kepada pemain muda tersebut setelah tuduhan perilaku diskriminatif pada leg pertama. Keputusan ini langsung memicu perdebatan luas di dunia sepak bola.

Gianluca-Prestianni-Diskors-UEFA-Kontroversi-Rasisme-Jelang-Benfica-vs-Real-Madrid

Insiden bermula ketika penyerang Madrid, Vinicius Junior, mengaku menerima hinaan rasis setelah mencetak gol kemenangan 1-0. Gol tersebut dirayakan di dekat sudut lapangan Benfica, yang memicu ketegangan dengan pemain tuan rumah. Situasi semakin panas karena beberapa pemain terlihat terpancing emosi.

tebak skor hadiah pulsa 100k  

Skors sementara ini membuat Prestianni dipastikan absen pada leg kedua. Keputusan UEFA tidak hanya berdampak pada kekuatan Benfica, tetapi juga menambah tensi pertandingan yang sudah sarat rivalitas dan tekanan kompetisi.

AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!

aplikasi shotsgoal  

Kronologi Insiden dan Pengakuan yang Memicu Penyelidikan

Ketegangan bermula dari selebrasi Vinicius di depan pendukung Benfica yang dianggap provokatif oleh pemain lawan. Dalam suasana panas tersebut, Prestianni dituduh melontarkan kata-kata bernada rasis kepada sang penyerang Madrid. Tuduhan ini segera dilaporkan kepada ofisial pertandingan.

Menurut laporan, rekan setim Vinicius, Kylian Mbappe, mengaku mendengar hinaan tersebut. Pernyataan ini memperkuat dugaan adanya pelanggaran serius terhadap aturan disiplin UEFA terkait perilaku diskriminatif di lapangan.

Namun, Prestianni melalui sumber yang dikutip media mengklaim bahwa kata-kata yang ia ucapkan bersifat “anti-gay” dan bukan rasis. Meski demikian, UEFA tetap melanjutkan investigasi karena kedua bentuk ujaran tersebut termasuk pelanggaran serius dalam regulasi sepak bola Eropa.

Baca Juga: Arbeloa dan Formula Baru yang Menghidupkan Real Madrid

Sikap UEFA dan Ancaman Hukuman Berat

Sikap-UEFA-dan-Ancaman-Hukuman-Berat

UEFA melalui Badan Kontrol, Etika, dan Disiplin (CEDB) memutuskan skors sementara satu pertandingan terhadap Prestianni. Langkah ini diambil berdasarkan dugaan pelanggaran Pasal 14 Regulasi Disiplin UEFA terkait perilaku diskriminatif.

Keputusan tersebut bersifat sementara sambil menunggu hasil investigasi penuh. Jika terbukti bersalah melakukan pelecehan rasial, pemain berusia muda itu terancam hukuman larangan bermain hingga 10 pertandingan di kompetisi UEFA. Sanksi ini menunjukkan sikap tegas badan sepak bola Eropa terhadap isu diskriminasi.

UEFA juga menegaskan bahwa keputusan akhir akan diumumkan setelah proses penyelidikan selesai. Pernyataan resmi tersebut menegaskan komitmen organisasi dalam menjaga integritas dan nilai kesetaraan di dunia sepak bola.

Respons Benfica dan Komitmen Melawan Diskriminasi

Pihak Benfica menyatakan telah menerima keputusan UEFA dan menyayangkan absennya Prestianni di laga penting. Klub menilai skors sementara ini merugikan tim, namun tetap menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

Meski demikian, Benfica berencana mengajukan banding atas keputusan tersebut. Klub menilai proses investigasi masih berlangsung dan berharap ada kejelasan sebelum keputusan final dijatuhkan, meskipun banding kemungkinan tidak memengaruhi leg kedua.

Benfica juga menegaskan komitmen kuat melawan rasisme dan segala bentuk diskriminasi. Nilai tersebut, menurut klub, telah menjadi bagian dari identitas historis mereka dan tercermin dalam berbagai kegiatan sosial serta warisan tokoh legendaris seperti Eusebio. Simak terus pembahasan sepak bola terupdate lainnya hanya di footballboots68.com.